Lingkungan Hidup

Bangka Belitung Miliki Potensi Hampir Setengah Juta Ton Pasir Zirkon

swarakyatbabel.com Bangka Belitung — Zirkon, atau pasir zirkon dikenal sebagai mineral ikutan yang biasanya kurang populer di kalangan penambang timah di Provinsi Bangka Belitung, Selasa 15/06/2021.

Dikutip dari laman wikipedia, disebutkan  bahwa pasir zirkon selain di Indonesia banyak juga terdapat di negara Sri Lanka, Australia, Norwegia, Pegunungan Ural (Rusia), Kanada, Brasil, dan India.

Sementara di Indonesia, daerah penghasil pasir zirkon adalah Bangka Belitung, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua.

Jumlah sumber daya hipotetik pasir zirkon di Bangka Belitung diperkirakan sebanyak 445.848 ton, di Kalimantan Barat mencapai 167.141.100 ton, dan di Kalimantan Tengah sekitar 2.615.509 ton

Zirkon adalah batu mineral dengan beberapa macam warna. Dengan rumus kimia ZrSiO4 (zirkonium silikat), bobot jenis 4-4,8, kekerasan 7-7,5, mempunyai kemampuan mendispersikan cahaya sehingga kelihatan berkilauan yang hanya kalah dari kilauan intan.

Pasir zirkon, dijual di situs jual beli alibaba

Zirkon diketahui sebagai bahan baku untuk keramik dan komponen elektronik. Akan tetapi, zirkon juga digunakan dalam pembuatan selongsong pembangkit listrik tenaga nuklir. Selongsong adalah semacam tabung untuk diisi bahan bakar uranium.

Sementara harga pasir zirkon untuk saat ini -seperti yang tertera di situs alibaba- adalah kisaran US$ 350 – US$ 500 per kilo. Harga tersebut merupakan harga yang dicantumkan oleh salah satu perusahaan supplier asal China, Ningxia Yongruida Carbon Co Ltd. 

Salah satu staff di Kantor KSOP Pangkalbalam menyatakan bahwa memang benar ada pengiriman pasir zirkon ke daerah tujuan Kumai. Namun sayangnya tidak disebutkan berapa tonase yang hari Minggu (13/06) kemarin diekspor. 

“Benar pak, hari Minggu kemarin ada pengiriman pasir zirkon dengan daerah tujuan Kumai Kalimantan Tengah,” respon staff tadi menjawab konfirmasi wartawan. (LH)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker