DAERAH

Dana Segar Milik Amri Raib Hingga Ratusan Juta Rupiah Oknum Wartawati Terancam Pasal Penipuan

Pangkalpinang, swarakyatbabel.com,- Dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah nyawa utama bagi praktek jual beli yang kadang melibatkan dana segar hingga ratusan juta rupiah. Meski tanda tangan sudah dibubuhkan dalam traktat perjanjian bermaterai pun, itikad baik seakan sirna jika sudah menyangkut frasa kalimat “gelap mata”, Kamis 12/05/2022.

Rabu malam ini, baru saja meja redaksi menerima informasi soal kasus dugaan penipuan yang mirisnya dilakukan oleh seorang wanita warga Air Itam yang dikenal sebagai salah satu pegiat pers di Bangka Belitung.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi, Ia membenarkan adanya pelaporan kasus tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh warga atas nama Amri (usia 45 tahun), beralamat di jalan Raya Puput, RT/RW.001/006, Kelurahan Gadung, kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Terlapor atas nama Wiwik Adriani (40) warga kelurahan Air Hitam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang tepatnya di belakang rumah Dinas Gubernur Babel.

“Iya, benar kami menerima laporan dengan nomor LP/B/369/V/SPKT/Polda Kep. Bangka Belitung pada hari Rabu 11/05 ini,” kata Maladi.

Kombes Maladi menuturkan, bahwa Amri mengenal terlapor dari seorang teman lalu terlapor menawarkan sejumlah kendaraan R4 dan R2 melalui Via WhatsApp, dengan harga yang relatif murah dan surat menyurat yang lengkap dikarenakan kendaraan tersebut bekas tarikan leasing

“Jadi kronologis kejadian berawal dari pelaku mengiming-imingi korban jual beli kendaraan roda empat dan roda dua pada tahun 2021 yang lalu, pelakunya bernama Wiwik,” sebut Kombes Maladi.

Setelah menawarkan sejumlah kendaraan, sambung Maladi, korban membeli sejumlah 7 unit kendaraan Roda Empat dengan rincian yakni Triton, CRV, Fortuner, Avanza dan Pajero.

“Sementara kendaraan roda dua diantaranya, Ninja 250 CC, Harley Davidson, Aerox dan KLX dengan harga yang beragam setelah mencapai kata sepakat, korban membayar secara bertahap kepada terlapor dengan menggunakan Nomor Rekening Terlapor dan Suami Terlapor. Hingga korban melaporkan kejadian tersebut Rabu ini, korban tidak menerima kendaraan apapun dari terlapor sampai saat ini.

“Untuk kasusnya sudah kita terima dan masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Dengan total kerugian korban ± Rp 120 Juta.” tukas Kombes Maladi.

Pada keterangan persnya di hadapan sejumlah wartawan, Amri bilang bahwa Ia datang berdua bareng penasehat hukumnya yakni Junaidi, SH., mendatangi Mapolda Babel untuk melaporkan Wiwik dan saat ini LP sudah terbit.

“LP sudah kita buat dan untuk selanjutnya silahkan konfirmasi ke penasihat hukum (PH) saya, yang jelas korbannya banyak semoga dengan pelaporan saya ini korban lain bisa melaporkan kejadian yang serupa ke Polda Babel,” tutup Amri. (red).

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker