DAERAH

Hancur Lebur !! HP Sambung Giri Dikoyak-Koyak Kawanan Penambang Liar APH Terkesan Cuek

Pangkalpinang, swarakyatbabel.com,- Agresifnya para penambang liar yang beroperasi di tengah kawasan hutan produksi, makin arogan dan beringas saja mencabik-cabik deposit SDA (sumber daya alam) milik warga Bangka Belitung. Padahal, seharusnya hal ini bisa dikelola dengan baik dan sesuai norma hukum yang berlaku, Minggu 15 Mei 2022.

Dalam pantauan wartawan sore tadi, area yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan liar karena diperuntukkan sebagai daerah resapan air bersih bagi warga sekitar, kini luluh lantak -kuat dugaan- akibat dijarah oleh gerombolan penambang liar, rakusnya oknum cukong pemburu rente, dan ditingkahi pula oleh tamaknya para pengusaha rental PC.

Laporan menyebut, setidaknya ada dua buah ekskavator berwarna hijau dan kuning yang ada di lokasi. Dua-duanya sedang serius mengoyak lahan disitu, ditingkahi deru mesin dompeng di lokasi.

Kelompok penambang ini terlihat asyik dan aman-aman saja bekerja di tengah hutan untuk mengoyak, mencabik, memperkosa lingkungan di daerah resapan air bagi masyarakat sekitar. Hanya demi syahwat setoran tonase pasir timah yang sudah deal dengan pihak smelter.

“Dulu juga pernah digarap sama beberapa penambang dengan batasan dekat kebun sawit ke arah sana, yang memang wilayah APL pak, tapi area dari Bukit Sambung Giri terus sampai ke Bukit Cengal sana walaupun kawasan Hutan Produksi, sekarang justru penuh dengan para penambang liar,” ungkap sumber redaksi yang ditemui di lokasi.

Sumber sebut, pihaknya tidak tahu menahu terkait perizinan. Mengingat dia sebenarnya bekerja cuma sebagai pekerja lepas yang mengambil buah sawit di kebun sawit yang tak jauh dari situ.

“Mungkin ada belasan front dan saya belum bisa pastikan punya siapa karena saya sekedar lewat saja,” ungkap sumber.

Media coba lakukan konfirmasi lintas sektoral tapi sayangnya belum terhubung dan akan terus diusahakan supaya bisa berita berimbang. (Red).

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker