DAERAHEkonomi

Harga Cabai Tembus 150 ribu, Emak-emak Langsung Cemberut Males Senyum  

Laporan BPS : Inflasi Pangkalpinang Mei 2022 Tertinggi Ketiga di Kawasan Sumatera

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Menyebut nama Kota Pangkalpinang tentu akan lazim jika disandingkan dengan beragamnya kuliner yang bertebaran di seluruh pelosok kota seluas 89,4 Km². Salah satunya yang terkenal adalah masakan lempah kuning, Kamis 9 Juni 2022.

Lempah kuning sendiri merupakan ikon makanan Bangka Belitung yang dikenal berbahan ikan laut segar. Biasanya memakai ikan tenggiri, kakap, kembung, atau tongkol. Ikan ini dipadukan lempah alias kuah yang warnanya kuning. Bumbunya lengkap seperti kunyit, cabe, air asam Jawa, terasi, hingga laos. Kemudian ada juga tambahan potongan buah nanas.

Belakangan, beberapa warga mulai khawatir kegemaran mereka menyantap lauk hidangan lempah kuning akan terasa hambar disebabkan harga salah satu komponen utama dalam departemen bumbu mulai melambung naik harganya, yakni cabai rawit merah/oranye. 

“Udah seminggu ini cuma sekali aja berani ngelempah, abis harga cabenya gak kira-kira, nyusul cicilan motor,” sebut Rara (39 tahun) seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar pagi.  

Dengan begitu, harga komoditas cabai masih dinilai kalangan Ibu Rumah Tangga terasa makin “pedas” alias mahal. Berpotensi menggerus tagline kota beribu senyuman jadi kota penuh cemberut.  

“Tadi aja ku belanja ½ kilo cabi bangka, bayar 75 ribu ribu, nambah ikan, bumbu dan sayuran kena 280an ribu lah,” sungutnya kesal sambil memilih-milih bahan sayuran. 

Beberapa faktor yang mendukung kenaikan disinyalir merupakan efek domino dari “prestasi” Pangkalpinang yang bersama Tanjungpandan berbarengan tampil sebagai penyumbang angka inflasi tertinggi di kawasan Sumatera. 

Dalam rilis BPS Pemprov Babel yang dinukil oleh redaksi, kotamadya Pangkalpinang bersama Tanjungpandan ditahbiskan sebagai dua kota penyumbang angka inflasi bagi Provinsi Kep.Babel.

Tiga kota tertinggi di Sumatra adalah Bukittinggi dengan 4,78%, Tanjung Pandan 4,58% dan Pangkalpinang di angka 4,52%. 

Sumber : BPS Babel

“Komponen bahan makanan menyumbang angka sebesar 3,80% inflasi pada bulan Mei 2022,” sebut laporan BPS tadi.

Hal ini koheren dengan fakta lapangan yang didapatkan redaksi tadi lewat keterangan narasumber. Dimana menurut seorang warga Parit Lalang Pangkalpinang bernama Rara (39 tahun) harga cabai per satu kilonya sudah mirip-mirip harga sekilo daging. 

“Ampun lah bang, harga cabai tadi pagi ku meli e (belinya) seratus lima puluh ribu per kilonya, macem meli (beli) daging aja,” sungutnya kesal.

Sementara itu demi menjaga azas cover both stories, redaksi juga berupaya melakukan konfirmasi lintas sektoral namun sayangnya belum direspon dan akan terus diupayakan. (LH) 

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker