PemerintahanPertambangan

Harga Timah Meroket, Cukong Merangsek Ke Area WPN?

Pangkalpinang swarakyatbabel.com – Melambungnya harga pasir timah dipasaran dunia, imbasnya bukan saja dirasakan pundi-pundi negara yang perlahan gemuk dapat aliran hasil tambang via pajak negara. Kelompok lain (pedagang, Agen-kolektor timah, smelter dan penambang) yang berkutat di pusaran tata niaga timah pun turut mendapat berkah, Kamis 24/02/2022.

Pangkalpinang sebagai ibukota provinsi Bangka Belitung kembali menggeliat, efek domino terus bergelombang sampai ke penuhnya parkiran motor di berbagai warung kopi di sudut kota,

Meski tak dapat dipungkiri, selain berkah yang dimaksud tadi, ada juga sebersit kekhawatiran akan makin beringasnya syahwat para pelaku industri hulu timah. Ancaman bencana ekologis tak ayal lagi pantas disematkan dalam daftar nomor satu lima tahun kedepan.

Di kawasan WPN Bemban eks Kobatin, berdasarkanreportase lapangan. [Lihat tayangan video], nampak ada beberapa PC yang tanpa sungkan lagi beroperasi menggali lubang camuy yang kuat dugaan masuk area WPN.

Please watch this video :

https://youtube.com/shorts/4ki7ZpL8w5s?feature=share

“Pemilik TI infonya Ak Koba, St Koba, Skt, AH. Iya pak, kalau wilayah ini namanya lahan reklamasi  ex PT Kobatin,” ungkap sumber redaksi yang meminta namanya dirahasiakan.

Perlu diketahui, bahwa di area eks KK Kobatin tersebut sebenarnya merupakan kawasan WPN atau Wilayah Pencadangan Nasional. Tentunya yang dimaksud adalah cadangan mineral beserta ikutannya.

Baca Juga : SENGKARUT WPN BEMBAN

“Kalau itu sudah rahasia umum pak, banyak pemain disitu,” ungkap sumber yang diketahui merupakan salah satu management di PT Kobatin sampai 2013.

Infonya milik BY koba.[/caption]

Pantauan media Rabu siang kemarin, di seputaran Jongkong dua belas yang dekat sekali dengan kawasan WPN Bemban, malah disesaki oleh puluhan TI Liar yang menurut informasi lapangan menyebut, timahnya ditampung oleh kolektor AK.

Sumber di eks management PT Kobatin juga menjelaskan, bahwa sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam PT Kobatin. Dirinya mengaku tidak terkejut ketika diberi tahu, bahwa saat ini di area tersebut sudah dipenuhi oleh aktivitas tambang inkonvensional.

“Artinya adalah, setiap yang ingin memanfaatkan lahan itu harus seizin Kementerian ESDM. Dimana secara regulasi, sudah sama-sama kita ketahui bahwa kontrak karya (KK) antara Indonesia dan PT Kobatin sudah terminate di tahun 2013 yang lalu,” katanya lagi.

Sampai berita ini tayang, media juga melakukan konfirmasi ke lintas sektoral. Diantaranya PT Timah, Dishut Pemprov, Pemkab Bateng dan APH, namun belum membuahkan hasil dan akan terus diupayakan agar tersambung supaya berita bisa berimbang. (LH)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker