DAKWAH HIGHLIGHOpini Publik

Hidup Ini Takkan Luput Dari Cctv Super Milik Allah SWT

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Dengan Menyebut Nama Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sholawat dan salam kita lantunkan untuk Baginda Nabi Muhammad Saw.

Segelintir manusia masih mengira bahwa segala lelaku perbuatannya di dunia ini mampu lolos dari penglihatan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Memiliki Segala Kesempurnaan.

Mereka sesungguhnya cuma mempunyai prasangka saja, tanpa setetes ilmu sedikitpun. Bagaimana mungkin Allah SWT tidak memperhatikan segala tindak tanduk makhluknya. Satu persatu, dengan rinci. Bahkan diumpamakan seekor semut hitam yang berjalan di kegelapan malam saja, Allah SWT Maha Mengetahui.

Pun demikian dengan desir terdalam relung hati manusia, Allah Maha Tahu.

Jadi, alangkah bodonya manusia yang masih berpikir bahwa semua siasat dan muslihat dirinya bisa lolos dari Cctv super duper canggih punya Allah SWT.

Bukankah di samping kiri dan kanan kita ada sepasang malaikat bernama Raqib dan Atid? Mereka berdua memang sengaja diciptakan oleh Allah SWT untuk mereport detik per detik, menit ke menit, jam ke hari. Hari terus berjalan sampai bilangan bulan. Dan genapnya tahun berbilang.

Tugas mereka tetap mencatat, sampai saat daun yang bertuliskan nama kita di Laufuh Mahfuz jatuh atau gugur. Pertanda ajal telah sampai waktunya.

Sampai disitu, kedua malaikat tadi merapikan berkas laporannya. Yang akan kelak dibuka nanti pada saat Hari Penghakiman umat, atau Yaumil Hisab.

Lantas, sudahkah manusia jumawa yang merasa tingkahnya tidak direcord oleh Raqib dan Atid tadi sadar?

Kelakuannya yang curang saat menerima harta bersama. Seharusnya diserahkan pada yang miliki Hak. Tapi seenaknya dicuri dengan dalil macam-macam. Seenak udelnya saja. Dapat 1000, berteriak cuma 100. Dititip rejeki orang lain 3000, mengaku pada dunia orang yang menitip bertindak ingkar. Manusia semacam ini tidak akan pernah puas sampai tanah kuburan menyumpal mulutnya nanti.

Dalam Kitab Suci Al Quran Allah SWT berfirman, yang artinya : Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. (An Nisa – 29).

Quraish Shihab di dalam Tafsir Al-Mishbah menyebutkan, larangan orang yang beriman melakukan tindakan memakan makanan dengan cara-cara yang batil karena merupakan larangan Tuhan. Toh, rahmat Allah Maha luas, mengapa seseorang harus melakukan demikian ?.

Apa yang disampaikan beliau mengingatkan kita semua bahwa Allah pasti akan selalu menjamin rezeki dan harta orang yang beriman, sehingga tak sepatutnya melakukan tindakan memakan harta dengan cara batil laiknya korupsi.

Sementara itu Imam Suyuthi dalam Tafsir Al-Jalalain juga menegaskan dengan hal yang sama. Menurutnya, orang yang beriman dilarang memakan makanan hasil mencuri (ghasab) dan atau harta hasil merampas.

Demikian itu merupakan perbuatan yang dibenci oleh agama, kecuali harta yang didapat melalui perniagaan yang dibenarkan syariat.

Tafsir Departemen Agama RI menyebut, tindakan memakan harta yang dengan cara batil merupakan tindakan yang zalim yang tidak diridhai oleh Allah SWT. Sebab demikian sama saja dengan menguasai milik orang lain tanpa seizin dan kerelaannya.

Para ulama tafsir menyuarakan hal yang sama tentang tindakan memakan atau mendapatkan harta dengan cara-cara batil atau yang mashyur disebut korupsi, merupakan tindakan yang zalim dan haram. Demikian sama saja dengan memakan makanan dengan cara mencuri atau merampas.

Akhirul kata, manusia tamak rakus bin serakah seperti ini, sebenarnya harus dikasihani. Karena tanpa sadar dia telah menyuap perut anak istrinya dengan harta haram. Diancam dengan neraka oleh Allah SWT.

Belum lagi dirinya yang faqir ilmu agama. Merasa hebat saat di dunia. Dalam hatinya serasa paling pintar karena bisa kongkalikong dengan syahwat berkolaborasi tipu kanan kiri. Kelak akan berakhir dengan rintihan tak terkira waktu disodorkan catatan amal perbuatannya. Naudzubillah Min Dzalik. Wallahu A’lam. (*)

LH 15/08/2021
Pemred swarakyatbabel.com

dari berbagai sumber literatur

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker