Sejarah Islam

Jangan Salah, Stempel Nabi Sulaiman Ternyata Ada di Panji Barbarossa

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Hayreddin Barbarossa banyak melakukan berbagai operasi militer yang semakin mengukuhkan supremasi Utsmani di Laut Mediterania, serta membentengi wilayah laut Utsmani dari serangan Spanyol dan Portugis.

Atas jasanya Sultan Suleiman al-Qanuni pun menganugerahinya posisi Kapudan Pasha (Grand Admiral) yang membawahi seluruh angkatan laut Utsmani.

Kesetiaan Heyreddin Barbarossa pada Islam bisa dilihat pada bendera perangnya yang bertuliskan kaligrafi Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril muminiin, ya Muhammad (pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman, wahai Muhammad), yang merupakan penggalan surat As-Shaf ayat 13 dengan tambahan Ya Muhammad.

Selain itu tertera juga gambar pedang Zulfiqar, gambar 4 bulan sabit yang berisi nama 4 Khulafaur Rasyidin, dan lambang bintang segi enam.

Sebelum diadopsi oleh Israel, bintang segi enam yang sekarang dikenal dengan Bintang David itu memang akrab di dunia Islam. Dulu lambang ini dikenal dengan sebutan stempel Nabi Sulaiman. Orang-orang yahudi menjadi dekat dengan Islam karena banyak dari mereka yang diselamatkan oleh negara Islam dari inkuisisi Spanyol.

Bahkan orang-orang Yahudi yang terusir itu bergabung dengan kaum Muslimin untuk memerangi inkuisitor Kristen. Sinan Reis, salah satu bawahan Heyreddin Barbarossa yang berjasa di perang Preveza juga berdarah Yahudi.

 

Panji beliau tersebut secara rinci berisi:

1. Gambar pedang bercabang dua, yang dinisbatkan kepada pedang dzulfiqar kepunyaan Ali radhiyallahuanhu.

2. Empat hilal yg bertuliskan 4 nama khulafa’ rasyidun, mqsing-masing berada di setiap sudut bendera.

3. Kaligrafi bertuliskan ayat:

نصر من الله وفتح قريب وبشر المؤمنين يا محمد

“Pertolongan dari Allah Ta’ala dan kemenangan yg dekat. Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman, wahai Muhammad.” (Q.S. Ash Shaff 12).

4. Bintang Daud, persegi enam.

Ternyata, bintang enam daud yang juga diyakini sebagai khâtam (cincin stempel) Nabi Sulaiman alaihissalam ini sudah biasa dipakai oleh Umat Islam sejak lama. Maka dari itu, tidaklah heran jika ada banyak sekali simbol bintang segi enam ini di beberapa bangunan historis zaman Kekhalifahan Utsmaniyah. Di Masjid Pertevniyal Cami Aksaray, Istanbul misalnya. Atau di koin-koin dinar Kekhalifahan Utsmaniyah, pedang dan bahkan dengan sangat jelas di salah satu gerbang istana Topkapi yang dibangun Sultan Fetih Mehmed II.

Konon, bintang Daud yang hari ini sayangnya malah identik dengan zionisme ini, dahulu dimuat dalam panji agar menunjukkan bahwa Barbarossa sebagai representasi tangan Kekhalifahan Utsmaniyah itu bersifat rahmatan lil alamin. Rahmat bagi semesta, menegakkan hukum Allah dan keadilan di muka bumi bagi siapapun.

Sayangnya, kini setelah umat Islam tak memiliki negara pelindung, orang-orang Yahudi itu lupa dengan sejarah pertolongan umat Islam pada mereka, dan sekarang justru berbalik memerangi kaum Muslimin. Semoga negara Khilafah pelindung umat Islam di dunia segera tegak kembali. (*)

 

 

sumber : IG @IndonesiaBertauhid

Tags
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker