HukumPemerintahan

Jika Game Zone Indikasi Ngotot Terobos Aturan, Stakeholder Koba : Kita Tetap tolak Perjudian

Perda Nomor 46/2011 Melarang Perjudian

swarakyatbabel.com Bangka Belitung — Dalam pasal 21 Perda Kabupaten Bangka Tengah Nomor 46 Tahun 2011 dengan gamblang disebutkan bahwa, Setiap orang atau badan dilarang menyelenggarakan dan/atau melakukan segala bentuk kegiatan perjudian, Senin 08/02/2021.

Hal ini merupakan bentuk kewenangan pemerintah daerah dalam meminimalisir potensi kerawanan sosial yang ada di daerahnya. Apalagi saat pandemi seperti sekarang.

Camat Kecamatan Koba, Muslimin saat diklarifikasi ulang menyoal adanya indikasi kengototan pihak pengusaha dalam membuka arena ketangkasan -disinyalir kuat bentuk lain dari perjudian terselubung- mengatakan bahwa jajarannya tetap menolak keras ada praktek diduga perjudian beroperasi di wilayahnya. 

“Tetap, tetap menolak keras ada perjudian di Koba,” kata dia Senin siang. 

Muslimin menyebut, jika pemilik usaha tetap ngotot serta membandel, maka Kecamatan Koba akan secara tegas menyikapinya dengan aturan yang ada. “Ada Perda yang mengaturnya. Intinya jika membandel akan kita proses sesuai aturan yang ada,” imbuh dia.

Senada dengan pihak Kecamatan Koba Bangka Tengah, Kasi Tibum Satpol PP Pemkab Bangka Tengah, Primadoni mengatakan bahwa pihaknya tidak segan-segan akan menindaklanjuti aduan masyarakat serta temuan di lapangan saat ada indikasi arena ketangkasan tadi buka secara kucing-kucingan dengan mengangkangki Perda setempat.

“Jika mereka tetap buka, kita tertibkan dan selanjutnya kita serahkan kepada aparat kepolisian,” tegas Primadoni. 

Sementara itu Ketua MUI Provinsi Babel, Dr. Zayadi saat dikonfirmasi lewat sambungan ponsel masih belum maksimal merespon pertanyaan wartawan. 

Meski demikian, pada wawancara dengan salah satu wartawan media nasional di 20/07/2020 tahun lalu, Dr Zayadi pernah menegaskan perihal praktek mesin ketangkasan, yang disinyalir kuat merupakan bentuk lain dari perjudian terselubung.

Dr Zayadi bilang, dalam Islam berdasarkan dalil dari Imam an-Nawawi, al garar merupakan unsur akad yang dilarang dalam syariat Islam. Sementara Al Garar sendiri bermakna pertaruhan dalam transaksi yang menimbulkan ketidakpastian, oleh sebab itu bisa disebut perjudian.

“Dalam Islam dilarang itu walau berkedok mesin ketangkasan, karena ada unsur gharar tadi,” sebut Ketua MUI Babel, Dr Zayadi saat itu. (Tim)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker