Hukum

Kasusnya Mandek 2 Tahun, Ali Imron : Ya Biarlah 

Kasipenkum Belum Merespon Pertanyaan Media

swarakyatbabel.com, Pangkalpinang — Kasus perkara dugaan korupsi pembangunan Taman Sehati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2016, dengan nilai pagu dana 1,6 miliar rupiah, diketahui belum menemui progres yang berarti, Jumat 23/10/2020.

Dikutip dari deteksionline, dikatakan bahwa perkara tersebut disidik oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah pada Tahun 2018, dan Ali Imron sudah ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa 04/12/2018.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Izhar SH MH saat itu pada Selasa 04/12/2018 menyampaikan, untuk sementara pihak penyidik terdiri dari 7 orang Jaksa menilai proyek itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup ( Permen LHK ) nomor 69 tahun 2016.

“Benar, kita telah menetapkan seorang tersangka dari ASN di Pemkab Bateng inisial AI,dan untuk sementara ini, baru satu orang dan sejauh ini belum ada tersangka lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa dalam proyek yang menggunakan anggaran DAK itu, dalam perhitungan kerugian negara oleh penyidik, pekerjaan itu diduga total lost only ( TLO ) “Untuk saat ini perhitungan kerugian negaranya kuat dugaan TLO,” jelas Izhar

Izhar mengaku penetapan tersangka dan perhitungan kerugian negara itu, berdasarkan pemeriksaan terhadap 32 orang saksi dan termasuk 3 orang saksi ahli dari Kementerian LHK. “Kita mengambil sikap dengan melakukan perhitungan kerugian negara dari kita ( penyidik – red ),” ungkapnya.

Izhar menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengembangan pemeriksaan guna mendapatkan tersangka baru dalam perkara ini “Kita masih melakukan pemeriksaan secara marathon,” tegas Izhar kembali.

Namun, sekarang kasus dugaan korupsi DLH Kabupaten Bangka Tengah 2016 itu tidak terdengar lagi. Kepala Seksi Intelijen (Kastel) Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Fauzan SH terkesan ogah-ogahan menjelaskan kelanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Kadis DLH Bangka Tengah itu. ”Ke Kasi pidsus saja,” singkatnya saat dikonfirmasi, pada Rabu 21/10.

Sementara itu Kasi pidsus Kejaksaan Negeri Bangka Tengah berkali-kali dikonfirmasi terkait perkara korupsi DLH Bangka Tengah itu tidak mau menanggapi konfirmasi yang dilayangkan awak media.

Hal senada juga terjadi pada Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Basuki Raharjo SH MH sampai berita ini tayang belum menanggapi konfirmasi dari awak media dan akan diupayakan agar berimbang.

Di sisi lain, tanggapan bernada pasrah dikemukakan oleh Ali Imron saat dikonfirmasi oleh wartawan perihal perkembangan kasusnya.

“Orang bikin berita ya biarlah, memang tugasnya buat berita,” tulis Ali Imron Jumat siang.

Tak hanya itu, wartawan kembali memfokuskan pertanyaan apakah pihak Ali Imron berharap adanya SP3 dari pihak kejaksaan, namun dijawab tak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. “Ya biarlah,” kata dia. (LH)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker