Sejarah

KOBA : Sebuah Nama Ceritakan Sepenggal Sejarah 

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal memiliki beragam suku bangsa yang mendiami wilayah kepulauan tersebut. Salah satu suku bangsa itu adalah suku bangsa Melayu. Suku bangsa Melayu merupakan suku bangsa asli provinsi tadi, Minggu 03/04/2022.

Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah masyarakat yang beragama. Ada berbagai macam agama yang dipeluk oleh masyarakat di provinsi ini, seperti agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Namun, mereka tetap menjunjung tinggi kerukunan beragama.

Pulau di bagian Timur Sumatera ini juga didiami oleh beragam suku bangsa. Suku bangsa tersebut antara lain suku bangsa Melayu, suku bangsa Jawa, suku bangsa Sunda, suku bangsa Bugis, suku bangsa Banten, suku bangsa Banjar, suku bangsa Madura, suku bangsa Palembang, suku bangsa Minang, suku bangsa Aceh, suku bangsa Flores, suku bangsa Maluku, suku bangsa Manado, dan etnis Cina.

Meski demikian, redaksi kali ini akan menuturkan artikel pendek soal asal nama kota KOBA, ibukota kabupaten Bangka Tengah. Dinukil dari berbagai sumber di internet. Selamat membaca.  

Sejarah Asal Nama kota KOBA 

Koba adalah sebuah kecamatan yang juga menjadi ibukota dari Kabupaten Bangka Tengah, yang berada di pulau Bangka, provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Koba sebanyak 43.266 jiwa, dengan kepadatan 125 jiwa/km². 

Asal muasal nama kota KOBA sendiri punya berbagai versi, versi pertama mengatakan bahwa kata “Koba” berasal dari sebuah kapal Cina pada masa awal penambangan timah dan kemudian berlabuh di Sungai Berok.Kapal Cina yang disebut “wangkang” tersebut bernama Kobe.”Wangkang Kobe” tersebut kemudian tenggelam di sekitar Sungai Berok yang sejak ratusan tahun yang lalu tidak lagi terlacak keberadaan reruntuhannya.

Lama kelamaan nama “Wangkang Kobe” tersebut lalu berubah menjadi nama kampung yang karena perjalanan waktu dan perubahan dialek menjadi kata KOBA, dan dikenal sampai sekarang.

Versi kedua mengatakan bahwa kata Koba berasal dari nama pohon asam yang berbuah besar,bulat seperti mangga. Karena kekhususan-nya tersebut kampung yang banyak ditumbuhi pohon tersebut disebut dengan “Kampung KOBA”. Pendapat ini mendapatkan banyak pembenaran dari Orangtua dan Tokoh Masyarakat di Koba.

Kalau dilihat dari beberapa Peta Lama menunjukkan bahwa nama Koba sudah ditunjukkan oleh peta yang dibuat oleh Kerajaan Inggris yang berangka tahun 1820.Peta Tua lainnya yang dibuat Belanda tahun 1845, juga telah menyebut dengan jelas nama Koba. 

Walaupun banyak tempat di peta tersebut yang masih disebut berbeda dengan yang dikenal saat ini.Misalnya, Pangkalpinang disebut dengan Pangkal Bulo,Tanjung Berikat dengan Tg.Barkat, Toboali dengan Storage of Tubuh Ali, Penyak dengan Penjiek, Kurau dengan Kourouw, dan masih banyak lagi. Namang dengan Namen, Sungai Selan dengan Soengi Slan, dan sebagainya.

Maknanya, nama KOBA sudah dikenal sejak zaman penjajahan Inggris dan Belanda.

Bukti fisik pertama dan utama yang menunjukkan penggunaan kata Koba adalah sebuah peta yang berangka tahun 1820 yang dibuat oleh Kerajaan Inggris. Peta tua lain adalah sebuah peta Belanda yang dibuat pada tahun 1845 yang juga sudah menyebut kata Koba.

Pada gilirannya -sejak tahun 1971- nama Koba diadopsi oleh sebuah Perusahaan Indonesian – Australian Tin Mining Joint Venture Company sebagai PT.Koba Tin.Perusahaan ini telah sukses menemukan beberapa “world class tin deposit” dan menambangnya selama hampir 40 tahun yang berakhir pada tahun 2003 yang lalu. (lh/swr)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker