DAERAHPeristiwa

Listrik Padam Seharian, Pedagang Es Keluhkan Tarif Tinggi Pelayanan Belum Maksimal 

Pangkalpinang swarakyatbabel.com ~ Pemadaman listrik merupakan salah satu hal yang menyebalkan bagi sebagian warga. Apalagi warga tadi memiliki tingkat literasi yang cukup mumpuni, terkait akan haknya sebagai konsumen layanan listrik pra bayar, Selasa 22/03/2022.

Mulai pagi tadi sekitar pukul 10-an WIB, di kawasan kelurahan Parit Lalang Rangkui Pangkalpinang Provinsi Kep Bangka Belitung, atau lebih tepatnya di ibukota pulau penghasil timah nomor dua terbesar di dunia, layanan elektrifikasi yang dikelola  oleh PLN Wilayah Bangka Belitung mengalami pemadaman listrik sampai sore hari nanti. 

“Kalau seperti ini, dagangan saya bisa mubazir, karena es baloknya keburu lumer semua gak bisa dimasukkan dalam freezer. Tolonglah sudah mahal tarifnya, ya mau gak mau kita nurut tapi pelayanan seperti ini diperbaiki lah, supaya kita bisa siap-siap,” kata Mahmud warga setempat yang berpapasan dengan wartawan di sebuah toko kelontong Selasa siang. 

Sebelumnya, di area perumahan Kampak Senin kemarin listrik juga mengalami gangguan serupa yakni padam seharian. Belum jelas apa penyebabnya. Hal ini menjadikan paradoks dari klaim pihak PLN Babel yang mengeluarkan pernyataan punya pasokan daya berlebih. Tapi terlihat kepayahan mengelola energi listrik yang diakui mereka berlimpah.

“Baik kak, informasi: Padam pekerjaan penggeseran tiang dari arah Theresia ke arah Kodim. Jam padam 10.21 WIB. Sehingga untuk mengamankan petugas, listrik dipadamkan sementara. Estimasi pekerjaan sampai pukul 16.00 WIB. Demikian kak informasinya,” tulis akun IG PLN Pusat merespon pertanyaan awak media.

Ketika disinggung soal apa penyebabnya dan juga langkah apa yang diambil pihak PLN soal pemadaman secara mendadak ini, PLN baik di Pusat maupun di Wilayah  Bangka Belitung belum merespon maksimal pertanyaan resmi yang diajukan media swarakyatbabel.com, tapi akan terus diupayakan agar berita berimbang. (LH) 

 

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker