DAERAHPertambangan

Mantap Bosku, Tambang ilegal dan Penyelundup Siap Dibasmi Satgas Khusus

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Beberapa waktu yang lalu, WALHI merilis data, di Provinsi Bangka Belitung (Babel) ada sekitar 1.053.253,19 hektar lahan di Bumi Serumpun Sebalai dalam kondisi rusak parah. Perinciannya adalah, dengan kondisi kritis sebesar 64,12 persen dari luas daratan. Adapun kerusakan hutan terparah berada di pulau Bangka yakni 810.059,87 hektar (76,91) persen dari daratan Babel, Minggu 17/04/2022.

Meski sudah babak bingkas (;babak belur) dalam dialek Bangka, Provinsi Bangka Belitung masih belum melejit menjadi provinsi paling makmur di Republik ini. Mirisnya lagi, informasi di media regional justru menyebut kekayaan sumber daya alam seolah “dibiarkan” mengalir kedalam pundi-pundi devisa negeri jiran yang lain. 

Masalah pertambangan ilegal masih marak terjadi di Indonesia. Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan pun tak mau tinggal diam. Satuan Tugas alias Satgas Khusus dibentuk untuk membasmi praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan komoditas sumber daya alam.

Asisten Deputi Bidang Pertambangan Kemenko Maritim Tubagus Nugraha mengatakan di tengah situasi harga komoditas yang sedang tinggi saat ini, masalah tambang ilegal dinilai semakin kronis. Maka dari itu Satgas Tambang perlu dibentuk.

Menurut Tubagus pihaknya sedang membahas struktur Satgas tersebut. Satgas direncanakan akan terdiri dari tiga komando, yaitu komando penanganan tambang ilegal, komando penegakan hukum, dan komando penanganan penyelundupan.

“Komando tersebut akan tergabung dalam kelompok kerja yang melibatkan berbagai pihak, khususnya penegak hukum. Mulai dari TNI, Polri, hingga Bakamla. “Kita sedang kerjakan terus untuk melihat hal-hal lain yang memungkinkan. Ini masih dalam pembahasan,” jelas Tubagus dilansir detikcom.

Salah satu kasus tambang ilegal terjadi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Seorang advokat bernama Jurkani dianiaya hingga tewas. Saat itu, Jurkani sedang menjadi Kuasa Hukum PT Anzawara Satria, perusahaan batu bara yang diganggu penambang ilegal.

Para penambang ilegal masuk ke konsesi Anzawara sejak April tahun lalu. Bahkan, penambang ilegal itu diduga nekat menerobos garis polisi.

“Ini menjadi salah satu alasan kenapa pembentukan Satgas menjadi sangat penting. Negara tidak boleh kalah. Kami sangat memperhatikan masalah seperti ini, kami terus melakukan inventarisasi tambang ilegal dengan berbagai motifnya, dan sudah membuat daftar prioritas mana yang akan dikerjakan duluan,” ungkap Tubagus. (*) 

 

 

source: detik 

 

 

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker