Hukum

Menyoal Sengkarut Lahan BRI : Sudah Tiga Surat Ukur Dikeluarkan BPN Pangkalpinang 

Ahli Waris Lahan : Kita Buktikan Saja, Siapa Yang "Gila" di Kasus Ini

swarakyatbabel.com Pangkalpinang — Dugaan kasus sengketa lahan yang menghadapkan dua belah pihak, yakni keluarga dan ahli waris pensiunan BRI dan pihak JS. Ditengarai merupakan akumulasi dari berbagai muara kepentingan pelbagai pihak. Dalam hal ini, kuat dugaan adalah pihak-pihak yang sudah mengetahui keadaan lahan milik pensiunan BRI tadi, Kamis 28/01/2021.

“Cuma satu pertanyaan yang terus membekas di benak saya bang, kok bisa ya ada 4 surat ukur yang berlaku di lahan yang sama. Surat keterangan Tahun 1971, Surat GS ukur tahun 2016, Surat Sertifikat Hak Pakai milik Jimmy Saputra tahun 2018, dan Surat Ukur 28 Oktober 2019 yang ditandatangani Kasie Infrastruktur Pertanahan Kantah BPN Pangkalpinang, DS,” ucap Fr di sebuah kedai kopi Kamis sore. 

Sebagai pelengkap info, kejanggalan silang sengkarut kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh pihak Jimmy Saputra, telah dilaporkan ke Polda Babel. Saat itu, ahli waris lainnya, menyodorkan surat tanggal 18 Maret 2019, bernomor SP2HP/55/III/ 2019/Ditreskrimum sebagai bukti telah ada pelaporan yang dimaksud, surat tadi terlihat ditandatangani oleh Direktur Kriminal Umum, Kombes Budi Hariyanto, Sik, Msi.

“Iya benar sepuluh hari yang lalu saya melaporkan dugaan penyerobotan lahan ke SPK Reskrimum Polda Babel. Adapun yang saya laporkan ada beberapa pihak, diantaranya adalah seorang warga atas nama Jimmy Saputra (45 tahun, sekarang berstatus sebagai TERSANGKA –red) beserta pengacaranya Joko, seorang oknum mantan Kepala ATR BPN Pangkalpinang Isnu Baladipa, mantan camat, mantan lurah Aribumi. Tapi nanti tentunya sesuai dengan perkembangan yang dilakukan oleh penyidik di kepolisian,” ungkap pelaku sejarah H Zulkifli Mahmud (78 tahun) di Kamis 28/03/2019 hampir dua tahun yang lalu.

Sementara itu, pihak terlapor Jimmy Saputra telah resmi menyandang status TERSANGKA, dengan dasar berupa surat LP Polisi LP/B-27//2020/BABEL/SPKT, tanggal 08 Januari 2020, Surat Perintah penyidikan Nomor SP Dik/ 03 /1/2020/Dit Reskrimum, tanggal 14 Januari 2020.

Ahli waris lain, Apit Hermanto dalam pertemuan tadi beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa sejatinya pihak Isnu Baladipa atau BPN sangat tahu bahwa tanah itu milik kami sebagai ahli waris, kan pernah diucapkan dalam proses mediasi di bulan Oktober, November, dan Desember tahun 2018 yang lalu, selain itu kami juga di 13 September 2018, pernah kirimkan ‘SOMASI’ atas nama kantor pengacara ke kantor BPN Pangkalpinang. 

“Isinya soal SKHUAT untuk dasar penerbitan sertifikat tanah seluas 7000m2 yang diklaim milik tersangka Jimmy Saputra. Karena aneh ada SKHUAT yang dibikin diatas lahan sah milik orang lain,” ungkap Apit (55 tahun) di salah satu kedai kopi di pasar mambo kota Pangkalpinang, Sabtu (06/04/2019) dua tahun lalu. 

Surat ukur yang terbit berturut-turut (2016,2018,2019)

Sekarang, kasus njlimet bin ruwet ini memasuki tahapan final. Namun didahului oleh gugatan perdata pihak Jimmy Saputra ke ATR BPN Pangkalpinang senilai 2,3 milyar. Jika kasus pelaporan oleh ahli waris akhirnya naik ke persidangan, maka banyak pihak berharap disitu akan terkuak siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab atas terbitnya tiga surat ukur tahun 2016, 2018, dan 2019 di atas lahan yang sama. (Tim) 

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker