DAERAHPertambangan

Terkait Terseretnya Institusi Tertentu Dalam Giat Penertiban Pihak Kepala KPLH Bubus Dan Warga Serempak Membantah

Pangkalpinang swarakyatbabel.com — Aktivitas penambangan timah di Indonesia telah berlangsung lebih dari 200 tahun, dengan jumlah cadangan yang cukup besar. Cadangan timah ini, tersebar dalam bentangan wilayah sejauh lebih dari 800 kilometer, yang disebut The Indonesian Tin Belt. Bentangan ini merupakan bagian dari The Southeast Asian Tin Belt, membujur sejauh kurang lebih 3.000 km dari daratan Asia ke arah Thailand, Semenanjung Malaysia hingga Indonesia, Sabtu 07/05/2022.

Dengan fakta demikian, maka bukan hal yang mengherankan -terutama bagi warga pribumi Provinsi Kep Bangka Belitung- jika pada akhirnya ada beberapa kawasan di Provinsi ini yang berdasarkan alur timah tadi dijadikan area menambang disebabkan deposit timahnya yang gemuk. 

Beberapa hari yang lalu, publik sempat dikejutkan dengan adanya razia yang dilakukan oleh KPLH Bubus di kawasan Bedukang. Dalam operasi penertiban tersebut, Kepala KPLH Bubus, Panca menegaskan bahwa pihaknya sudah dua kali memberikan surat teguran bagi para penambang yang melakukan praktek penambangan di area tadi.

“Kita sudah secara persuasif memberikan surat teguran sebanyak dua kali. Namun begitu, dalam giat tersebut kita tetap menghimbau agar para penambang tidak melakukan praktek penambangan di koordinat yang masuk kawasan Hutan Lindung Pantai,” beber Panca via sambungan whatsapp call Sabtu malam.

Tidak Ada Oknum Institusi Tertentu di Lokasi

Ketika disinggung sewaktu penertiban kemarin selain oknum warga, apakah ada institusi tertentu lainnya yang berada di kawasan HL tersebut. Kepala KPLH Bubus menyatakan bahwa dalam giat penertiban yang dilakukan, tidak ditemukan unsur institusi lain seperti informasi yang beredar belakangan ini.

“Saat saya lakukan giat penertiban berupa himbauan tadi, tidak ada ya mas yang mas sebut institusi tertentu itu, tidak, tidak ada,” katanya.

Kawasan Hutan Lindung tadi, sambung Panca, terletak di area yang tepat bersebelahan dengan kebun kelapa milik warga. Sehingga, jika area tadi dirusak oleh aktivitas seperti penambangan, dikhawatirkan akan mengundang abrasi air laut masuk kedalam bibir pantai dan berpotensi jadi bencana bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut.

“Nah, apalagi mas kan tadi bilang sudah masuk ke Bedukang dari tahun 2013 ya? Di sepanjang sempadan pantai itulah koordinat HL berada, makanya kemarin kita lakukan secara persuasif bertahap melalui surat peringatan pertama, kedua dan giat penertiban itu yang terakhir. Kami yang di bawah kan hanya melakukan tupoksi kami, dan sudah berkoordinasi juga dengan pihak Polda Babel. Selepas itu saya tidak begitu tahu bagaimana detilnya. Dan tidak ada kami temukan institusi tertentu seperti yang mas sebut tadi,” ucapnya.

Narasi Kepala KPLH Bubus ini makin diperkuat lagi dengan keterangan sumber redaksi yang merupakan warga asli Desa Bedukang, menurutnya saat giat penertiban dirinya memang diminta oleh pihak desa untuk datang ke balai desa.

“Jadi kalau saya boleh bercerita ya pak, waktu penertiban tersebut saya ditelpon Pak Kades, dan beliau menyebut agar segera datang ke kantor desa karena ada rombongan orang kehutanan (KPLH Bubus) datang dan meminta izin untuk masuk ke wilayah desa Bedukang. Waktu kami semua datangi lokasi di TN tersebut memang yang ada cuma pekerja saja disitu sama ada alat berat dua unit,” ungkap sumber redaksi.

Sumber juga mengatakan, terkait adanya selentingan info sesat adanya oknum institusi tertentu yang berada di lokasi ataupun membekingi aktivitas penambangan di kawasan sempadan pantai Bedukang tersebut. Dirinya membantah info sesat tadi, karena faktanya dirinya berada di lapangan.

“Tidak benar itu pak, saya yang berada di lapangan langsung. Siapa itu yang sebarkan isu tidak jelas seperti itu. Waktu kami datang, pihak orang kehutanan cuma bilang : Pak kami sudah tertibkan penambangan disini, jadi kami sekarang sudah selesai kami permisi mau pamit. Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak ada oknum ataupun institusi tertentu yang ada di lokasi, apalagi membekingi kegiatan itu,” tukasnya. (red/ard/lh)

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker